Categories
Taman Rekreasi

Tempat Wisata Bersejarah di Ibukota

Aneka kegiatan wisata dapat dilakukan sebagai alternatif yang menarik dari rekreasi. Terdapat banyak lokasi di seluruh dunia yang dapat dipilih menjadi lokasi tujuan untuk berlibur dan berwisata. Memberi manfaat yang cukup besar dalam membuat kenangan yang menyenangkan dan menghindari perasaan dari suntuk saat di kota besar, menjadikan kegiatan ini masih cukup diminati oleh banyak orang baik itu mereka yang sudah dewasa hingga yang masih sangat kecil sekalipun. Negara Indonesia terkenal akan banyak kebudayaan dan keanekaragamannya. Maka dari itu kunjungan ke tempat-tempat ini menjadi suatu hal yang menarik, terlebih lagi bagi orang dari luar negeri yang sedang berkunjung ke negara ini 

Selain aktivitas berkunjung, masih ada beberapa tindakan lain yang dapat dilakukan di tempat wisata bersejarah yang akan dibahas di bawah ini. Meskipun memberi kesan sebagai suatu tempat yang membosankan bagi beberapa orang, tempat wisata dan bersejarah di bawah ini tidak kalah menarik dari kunjungan ke taman rekreasi pada umumnya. Selain memberi situasi yang lebih tenang dan tidak hiruk pikuk, aktivitas berwisata ke tempat-tempat penting di bawah ini juga tidak semata hanya membuang tenaga serta menghabiskan waktu saja. Banyak ilmu dan hal menarik bisa dipelajari dari kunjungan ke tempat yang menyimpan sejarah ini. Berikut akan dijelaskan lebih detail mengenai tempat-tempat museum serta pusat keagamaan terkenal yang ada di Ibukota Indonesia pada hingga saat ini.

 

Monumen Nasional

Lokasi tempat wisata yang satu ini sering dijadikan lokasi yang diminati banyak orang untuk berfoto. Dengan taman asri yang berada di bagian luarnya, menjadikan tempat wisata ini menjadi lokasi yang cukup nyaman untuk dikunjungi. Juga tersedia diorama dari perjuangan sejarah yang menyajikan miniatur dari perjuangan para tokoh sejarah yang berperan penting  di Indonesia dalam meraih kemerdekaan. Untuk para pengunjung yang mampir di monas juga tersedia lift untuk naik ke puncak tugu demi melihat pemandangan wilayah Jakarta yang dapat dilihat dalam skala pandang yang luas dari ketinggian. Hanya saja lift ini memiliki aturan khusus dalam jam operasionalnya, dimana hanya bisa dipakai untuk naik ke atas sampai pukul 16.00 secara bebas. Lift ini bisa digunakan kembali pada pukul 18.30 dengan kondisi terbatas yang hanya dapat mengangkut sampai jumlah 500 orang saja. Sistem ini diberlakukan untuk menjaga kondisi lift serta untuk dilakukan pemeliharaan teknis secara berkala atasnya. Sejak tahun 2016, Monumen Nasional mulai dibuka juga pada malam hari. Hal ini bertujuan untuk dapat memberi fasilitas bagi para pengunjungnya dalam memandang keindahan nuansa malam di pusat kota dari ibukota Jakarta.

Selain itu, terdapat banyak kedai makanan yang tersedia dan bisa dikunjungi di sekitar monas jika merasa lapar saat disana. Lokasi monas ini bisa dikunjungi dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum yang beragam. Tersedia juga kereta wisata yang dapat mengantarkan pengunjung kesini dari daerah pintu lenggang Jakarta. Tempat wisata nasional ini dibuka setiap hari sejak pukul 08.00 hingga tutup di pukul 22.00 malam. Namun khusus untuk akhir pekan, tempat ini tutup pada jam yang lebih lama yaitu tepat pada pukul 00.00. Lokasi Monas juga cukup strategis, karena berada di tengah kota. Tempat ini dapat dikunjungi menggunakan kereta api dengan rute turun di stasiun Gambir, lalu menggunakan transjakarta dengan jurusan Blok M-Kota dan selanjutnya disertai dengan naik kereta api.

 

Museum Nasional Indonesia

Museum yang satu ini berlokasi di Jakarta Pusat. Museum ini menyimpan aneka barang peninggalan sejarah, seperti koleksi dari prasasti, arca, senjata tradisional, barang tekstil, gerabah, manuskrip, peninggalan hasil arkeologi yang berhasil digali oleh para peneliti, serta aneka benda kuno lainnya. Museum ini berdiri sudah cukup lama, yaitu sejak tahun 1778. Museum ini juga merupakan salah satu museum yang bangunan terbesar. Museum ini juga sering disebut sebagai “museum gajah”, akibat dari adanya patung gajah yang berada di halaman depan dari museum ini.

Lebih menariknya, ada edukasi seni dan sejarah yang disediakan bagi masyarakat di setiap akhir pekan. Maka dari itu kunjungan ke museum ini di akhir pekan bisa menjadi alternatif yang menarik. Bahkan kamu bisa berkesempatan untuk belajar secara langsung cara membatik yang akan diajarkan oleh para pakarnya, hingga menonton pentas seni serta dongeng yang ditampilkan para pihak profesionalnya. Museum ini dibuka sejak pukul 08.30 hingga 16.00. Dan khusus jumat, museum ini tutup pada jam 11.30 siang. Pastikan jangan salah jadwal ya, karena museum ini libur pada hari senin. Kunjungan ke tempat sejarah ini bisa dikunjungi menggunakan bus transjakarta jurusan Kota maupun kereta commuter yang berhenti di stasiun Gambir.

 

Museum Fatahillah

Nama museum Fatahillah menjadi suatu nama populer untuk Museum Jakarta. Bangunan bersejarah ini berdiri sejak 1712 dan menyimpan aneka peninggalan dari dua kerajaan populer di sejarah Indonesia yaitu Pajajaran dan Tarumanegara. Ada juga berbagai koleksi kendaraan tradisional yaitu becak dalam berbagai model dari aneka era, produk penginggalan budaya Betawi, serta peninggalan sejarah pada era kolonial. Aneka peninggalan berbentuk perabot kuno dari berbagai gaya seperti model Jawa, Tiongkok, hingga Belanda juga dapat ditemukan di museum ini. Menariknya, tempat bersejarah ini memiliki program edukasi akan sejarah dan budaya. Seperti mengenai program kesenian nusantara, seminar museum sejarah, hingga kegiatan rekonstruksi sejarah.

Lokasi ini juga populer dan sering digunakan sebagai lokasi prewedding karena pemandangan latar bangunan bagian depannya yang sangat khas ala bangunan cantik bergaya lokal. Mirip seperti Museum Nasional Indonesia, museum ini juga tutup setiap hari senin. Jadwal buka dari museum ini dimulai dari pukul 09.00 hingga 17.00. Untuk mengunjungi museum ini, kamu bisa menggunakan rute KRL maupun transjakarta yang tersedia di jurusan Kota, atau bisa turun di stasiun Kota dan berjalan kaki sedikit ke kawasan Kota Tua.

 

Museum Wayang

Museum yang menggunakan nama ikonik ini berada di kota tua, tidak jauh dari Museum Fatahillah. Museum ini menjadi tempat penyimpanan berbagai koleksi wayang dari aneka wilayah di Indonesia, seperti wayang kulit, wayang golek, dan wayang boneka. Pengunjung juga bisa melihat koleksi wayang dari aneka negara lain yang berada di wilayah tetangga Indonesia seperti Malaysia, Kamboja, Thailand hingga yang cukup jauh seperti China dan India.

Bangunan museum ini berciri khas ala Eropa dengan nuansa kolonial yang kuat, namun lebih beraksen rumahan jika dibanding dengan Museum Fatahillah. Selain berisikan koleksi wayang, ada juga pertunjukkan teater yang disajikan serta tak lupa menampilkan pertunjukan tata cara dalam proses pembuatan wayang. Ada begitu banyak kegiatan yang berguna dalam memberi wawasan bagi pengunjung seputar wayang. Museum Wayang ini buka setiap hari kecuali hari senin dari pukul 09.00 hingga 22.00 malam.

 

Museum Tekstil

Sesuai namanya, museum ini memamerkan akan aneka kain tradisional. Pengunjung bisa melihat aneka kekayaan tekstil yang terdapat di berbagai wilayah Indonesia, seperti batik dari Jawa, Sumatra, Bali hingga Irian Jaya. Selain tekstil, tersedia juga berbagai jenis kain ikat, aneka alat tenun, alat untuk membatik dan aneka perkakas lain yang berguna dalam membuat kain tradisional. Museum ini juga memiliki aneka tanaman yang dapat digunakan sebagai bahan pewarna atau diolah menjadi benang tradisional.

Ada juga suatu teater mini yang memutarkan film-film edukasi sejarah dan pembuatan akan tekstil. Bagi pengunjung yang ingin mencari oleh-oleh, juga tersedia toko yang dapat dikunjungi untuk membeli buku seputar tekstil, kain bahkan perlengkapan untuk membuat kain tradisional. Bentuk cinderamata yang menarik ya? Paviliun yang terdapat disini sering dijadikan area untuk membatik dan menenun ikat yang dapat dicoba oleh kaum umum. Fasilitas ini membuat kunjungan ke Museum Tekstil semakin menarik. Museum ini dibuka setiap hari, kecuali hari senin seperti kebanyakan museum, sejak pukul 09.00 pagi namun hanya hingga pukul 15.00 sore. Maka dari itu jangan datang kesorean ya. Kendaraan umum yang memiliki rute seperti untuk berkunjung ke tanah abang, dapat digunakan sebagai transportasi umum untuk mampir ke museum ini. Hanya saja diperlukan sedikit jalan kaki dari halte tanah abang.

 

Masjid Istiqlal

Tempat ibadah besar ini menjadi ikon dari Jakarta yang lokasinya dekat dengan Istana Negara dan Monumen Nasional. Tempat beribadah ini diresmikan pada tahun 1978, dan

menjadi masjid terbesar di Asia Tenggara serta menjadi masjid nasional yang dibangun sebagai wujud peringatan atas kemerdekaan Indonesia. Arsitekturnya yang megah sering membuat masjid ini menjadi objek foto oleh aneka fotografer, baik itu yang berasal dari Indonesia maupun dari luar negeri. Masjid ini masih terawat dengan indah dan nyaman, hingga dapat menampung kapasitas 200.000 orang di dalamnya. Untuk keperluan beribadah, masjid ini buka 24 jam. Sedangkan bagi pengunjung, dapat berfoto di area sekitar masjid. Serta bisa mampir ke tempat ini untuk beristirahat sejenak setelah berkeliling di wilayah Jakarta.

 

Gereja Katedral

Lokasi dari tempat beribadah yang satu ini tidak jauh dari masjid Istiqlal. Kedekatan antara dua tempat beribadah ini juga menjadi simbol kerukunan antar umat beragama. Bangunannya memiliki desain khas seperti ala Eropa dengan menara runcing yang dapat ditemukan pada model gereja di era Gothic. Tempat beribadah ini terbuka bagi umat katolik maupun pengunjung umum yang ingin melihat bentuk bangunannya. Lokasi ini juga populer sebagai lokasi foto untuk prewedding akibat keindahan bangunannya. Kamu tertarik untuk menggunakan lokasi ini sebagai tempat preweddingmu kelak? Lokasinya pun cukup strategis dan mudah dijangkau dengan menggunakan transportasi umum seperti bus transjakarta maupun aneka angkutan umum lainnya.

 

Kelenteng Jin De Yuan

Tempat beribadah yang satu ini merupakan kelenteng tertua di Indonesia, yang dibangun pada tahun 1650. Bangunan ini dibangun oleh Letnan Kwee Hoen di tahun 1950. Dan pada masa awal kelenteng ini dinamai Kwan Im Teng. Tempat ibadah ini memiliki desain bangunan yang cukup rumit dan penuh dengan warna. Tempat beribadah ini juga menjadi salah satu kekayaan sejarah serta religi penting yang diwariskan oleh kaum tionghoa. Selain sebagai tempat ibadah, pengunjung bisa mampir kesini untuk berfoto. Beberapa wilayah di dalamnya boleh untuk difoto, namun harus tetap dalam sikap yang hormat karena ini adalah tempat ibadah yang sakral bagi pemeluknya.

Tidak ada biaya yang diwajibkan kepada para pengunjung untuk mampir ke tempat ini, namun tetap boleh memberi sumbangan jika berkenan. Kelenteng ini dapat dikunjungi dengan aneka kendaraan umum seperti kereta komuter Jabodetabek, bus transjakarta jurusan koridor 1, serta bus mayasari. Lokasinya berada di Glodok, tepatnya di Petak Sembilan, salah satu daerah dari Jakarta Barat. Secara fisik bangunan ini tidak terlalu berbeda dari jenis kelenteng lainnya. Dimana memiliki pilar tinggi dengan corak warna merah dan emas yang menghiasi. Juga terdapat ukiran naga di bagian depan pintu utamanya.

Kelenteng ini sendiri pada dasarnya merupakan tempat ibadah untuk agama konghucu. Namun, kelenteng ini tidak secara khusus memuja salah satu agama atau aliran saja. Selain agama konghucu, agama lain seperti buddha dan aliran tao juga bisa beribadah di kelenteng ini. Itulah kenapa kelenteng ini dikenal sebagai kelenteng multikultural. Orang yang menganut agama lain juga diperbolehkan untuk berdoa di sini. Di ruang utama dari bangunan ini terdapat papan pujian yang dibuat sejak tahun 1757 yang menyatakan bahwa terdapat banyak aliran di kelenteng ini. Bagian kiri dan kanan pintu gerbang di bagian dalam juga dipasang sebuah papan yang berisi syair puitis dengan makna “Pedupaan emas mengepulkan kebahagiaan, semua tempat terbuka, demikian pula dengan alam Dharma. Gerbang kebajikan menampakkan nuansa kejayaan yang tersebar secara luas di alam manusia”. Betapa besarnya prinsip toleransi yang diajarkan kelenteng ini. Bagaimana pendapatmu akan tempat-tempat bersejarah ini?